REKREASI INTELEKTUAL

Membangun budaya membaca melalui pembiasaan

membangun budaya membaca melalui pembiasaan

Titik awal perubahan dalam membangun suatu peradaban suatu bangsa dimulai dari proses membangun kualitas sumber daya manusianya. Salah satu proses penting dalam membangun sumber daya manusia adalah dengan meletakkan pondasi kebiasaan membaca. Begitulah sistem ilahiyah sepanjang sejarah manusia mulai dari Nabi Adam alahis salam sebagaimana dikisahkan dalam al-Qur’an pada Surat Al-Baqarah ayat 30-31 sampai Nabi akhir zaman, yaitu Nabi Muhammad saw yang telah diabadikan dalam al-Qur’an Surat al-‘Alaq ayat 1-5.

Memperhatikan peran strategis kebiasaan membaca itulah, maka SDIT

bersenang-senang menggali ilmu

bersenang-senang mengembangkan ilmu

NURUL ISLAM KREMBUNG menjadikan kebiasaan membaca sebagai salah satu program strategis dalam mewujudkan SDIT NURUL ISLAM sebagai sekolah bermutu, sekolah kepribadian dan sekolahnya para juara. Walaupun sarana membaca sangat terbatas, program kegiatan pembiasaan membaca tidak boleh kandas. Rekreasi yang bisanya dilaksanakan di tempat – tempat wisata, kini untuk anak-anak SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG di arahkan untuk menjadikan Toko Buku menjadi salah satu alternatif tempat rekreasi intelektual. Di Toko Buku inilah anak-anak bisa mengenal perkembangan dunia ilmu pengetahuan. Di Toko Buku inilah anak-anak ditantang untuk lebeh banyak mengetahui alam sekitarnya. Di Toko Buku inilah anak-anak bisa mengenali sebagian anggota masyarakat yang juga memiliki kebutuhan yang sama. Riskasnya, Toko Buku merupakan tempat rekreasi intelektual yang bisa memberikan banyak inspirasi tentang cakrawala kehidupan.

Perpustakaan memang merupakan kebutuhan mendasar bagi keberadaan sekolah yang ingin membangun pondasi  kebiasaan dan budaya membaca bagi siswa dan warga sekolah lainnya. Jika karena keterbatasan sehingga di sekolah belum ada Perpustakaan, maka fungsi Perpustakaan itu bisa diadakan dengan berbagai kegiatan yang salah satunya adalah dengan berkunjung ke Toko Buku.

SCIENCE AND ENGLISH STUDIES ARE JOYFULL

siswi kelas III B

siswi III B di ruang planetarium

Kegiatan belajar memang tidak harus di dalam kelas. Bagi para guru SDIT NURUL ISLAM Krembung, alam semesta ini merupakan kurikulum sekaligus bisa menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Begitulah konsep pendidikan dan pembelajaran yang dikembangkan oleh SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG. Dengan memadukan konsep sekolah alam, sekolah al-qur’an dan sekolah reguler SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG menjadi lincah mengembangkan program-program pembelajarannya.

Ust. Haqqi sedang mengawal siswa kelas IIIB

Ust. Haqqi sedang mengawal siswa kelas III B

Dengan konsep keterpaduan itulah Ust. Haqqi, Ustd. Ririn, dan Ustd. Dewila bersepakat dengan Paguyuban Orang Tua Murid Kelas IIIB untuk mendesain kegiatan pembelajaran di Kebon Binatang Surabaya. Walapun jarak antara SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG dengan Kebun Binatang Surabaya itu lumayan jauh, sekitar 50 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam ternyata tidak menyurutkan semangat para murid.

Subhanallah pada hari Sabtu, 24 April 2010 para Paguyuban Orang Tua Murid dan Guru Kelas IIIB benar-benar bersepakat untuk melaksanakan kegiatan belajar Bahasa Inggris dan IPA di Kebun Binatang Surabaya. Maka Sabtu pagi itu berangkatlah para siswa kelas IIIB ke Kebon Binatang Surabaya dengan didampingi oleh Ust. Haqqi dan Ustadzah Ririn S. sebagai pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris dan Ustadzah Dewila sebagai pengampu mata pelajaran IPA.

Subhanallah, di Kebon Binatang Surabaya para siswa kelas IIIB bisa belajar

belajar bhs inggris menjadi asyik

belajar bhs inggris menjadi asyik

secara terpadu (integrated) atau interdisipliner.  Klasifikasi jenis binatang dalam bahasa Inggris  dan mata pelajaran lainnya. Lihatlah sebagaimana pada gambar foto itu betapa riang gembiranya mereka belajar. Nah . . ., kalau kegiatan belajar menjadi begini menyenangkan maka tidak perlu lagi semboyan “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian” yang artinya bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Dengan konsep pembelajaran ini maka kegiatan bersakit-sakit dalam proses belajar tidak diperlukan lagi.

Itulah kesalahan fatal dalam filosofi pendidikan konvensional, kegiatan belajar diibaratkan sebagai kegiatannya orang sakit (berakit-rakit kehulu). Bagaimana mungkin belajar dalam keadaan sakit/tidak menyenangkan bisa melahirkan atau membuat anak berprestasi ? Filosofi atau paradigma itu di NURUL ISLAM dirubah total alaias 180 derajat, yakni kegiatan belajar itu bukan berakit-rakit ke hulu tetapi bersenang-senang mencari ilmu, merayakan keberhasilan.

Berlajar Bahasa Inggris dan IPA di Kebon Binatang Surabaya sebagaimana  yang dilakukan oleh siswa IIIB SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG ini membuat kegiatan belajar menjadi konkrit alami, inspiratif, menantang dan menyenangkan. Kegitan pembelajaran seperti inilah yang diharapkan dalam

belajar yang menyenangkan

belajar yang menyenangkan

Standar Proses dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 ayat 1 yang berbunyi: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Semoga ikhtiar yang dikembangkan SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG untuk turut berkontribusi memberi solusi terhadap persoalan pedidikan bisa memberi inspirasi bagi para pengambil kebijakan dan para praktisi pendidikan. Semoga, Wallahu’alam bishawab.

DICARI “PROBLEM SOLVER” PENDIDIKAN

Mutu pendidikan merupakan permasalahan yang sistemik yang harus segera dicarikan solusinya, agar tidak terjadi kebangkrutan kualitas bangsa. Permasalahan mutu pendidikan dapat diidentifikasi dari indikator-indikatornya, di antaranya adalah hasil belajar. Pada jenjang pendidikan dasar prestasi belajar yang dicapai siswa lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Hasil studi yang dilakukan oleh Moegiadi (1976) dan Suryadi (1989) dalam BAN 2003 menunjukkan bahwa kemampuan rata-rata siswa SD kelas 6 untuk pelajaran pokok (Bahasa Indonesia, Matematika, IPS) adalah 35,33, dan 37 pada tahun 1976, sedangkan pada tahun 1989 menjadi 27,7 ; 21,5; dan 24,2 dibandingkan dengan standar penguasaan (50%).

Dalam skala internasional, studi yag dilakukan oleh International Association for the Evaluation of Educational Achievement (IAEA) pada tahun 1992 ditemukan bahwa ketrampilan membaca siswa kelas IV SD berada di tingkat terendah, yaitu (1) Hongkong 75,5 ; Singapura 74,0 ; Thailand 65,1 ; Filipina 52,6 ; dan Indonesia 51,7. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa anak-anak Indonesia ketrampilan membacanya sangat rendah atau paling redah.

Untuk tingkat SMP IAEA (1999) melaporkan bahwa diantara 38 negara yang disurvey, prestasi SMP Kelas 2 Indonesia berada pada urutan ke-32 untuk IPA dan ke-34 untuk Matematika.

Begitu pula hasil Uji TIMSS 2007,  International Science Report Findings from IEA’s Trendsin International Mathematics And  Science Study at the Fourth and Eighth Grades, Indonesia  menempati urutan ke 36 dengan perolehan skore 427.  Dibandingkan dengan beberapa Negara ASEAN lainnya seperti Thailand 471 (23), Malaysia 471(22), Singapura 567 (1), dan Japan 554 (3) serta Korea 553 (4), maka prestasi Indonesia masih tertinggal (TIMSS 2007:481).    Laporan UNESCO dalam “2009 EFA Global Monitoring Report”, yang dikeluarkan akhir 2008, masih menempatkan posisi Indonesia pada nomor 71 dari 129 negara dalam pencapaian Education For All (EFA). Posisi EFA Development Index (EDI) Indonesia berada jauh di bawah Brunai Darussalam yang berada di urutan 36 dan Malasyia di urutan 45. Penilaian tersebut sealur dengan laporan “2008 An Asia-Pacific Citizens- Report Card Rating Governments Efforts to Achieve Education for All”, diterbitkan ASPBAE dan Global Campaign for Education, yang memberi skor C- (skala penilaian antara A+ sampai F) pada pemerintah RI.

Persoalan mutu pendidikan di atas menurut Ratna Megawangi (2006) disebabkan karena strategi pendidikan di Indonesia hanya mengembangkan potensi akademik (ukuran IQ tinggi). Pada hal, sunatullah menunjukkan bahwa dimanapun di muka bumi ini yang memiliki potensi akademik (IQ) tinggi di atas 115, tidak lebih dari 15% penduduk. Selai itu sunatullah juga memberikan realitas bahwa  setiap anak adalah berbeda. Tidak ada dua orang anak yang sama. Mereka dilahirkan dari orang tua yang berbeda, lingkungan yang berbeda, makan makanan yang berbeda, bermain dan berteman dengan orang yang berbeda, kesukaan dan minat yang berbeda, cara belajar yang berbeda, kemampuan kognitif yang berbeda dan masih banyak lagi keberbedaan yang lain. Perbedaan atau keberagaman potensi ini belum diakomodasi oleh kurikulum dan pembelajaran di sekolah, siswa masih diperlakukan dengan proses dan evaluasi yang serba sama.

Dalam rekening pendidikan di Indonesia masih banyak berisi           permasalahan   pendidikan yang secara sistemik dan sistematis harus segera         mendapat perhatian     dari para pengambil kebijakan pendidikan nasional. Hasil       Survei Komite Nasional          (Komnas) Perlindungan Anak terhadap 4500 remaja        SMP dan SMA di 12 kota      besar di Indonesia pada tahun 2007 yang lalu            ditemukan bahwa:

¨  97 %     Pernah nonton film porno

¨  93, 7% Pernah ciuman, petting, oral seks

¨  62,7 %  Remaja SMP tidak gadis

¨  21,2 %  Remaja SMA pernah aborsi .

Hidup Mulia dengan Taqwa

Hidup Mulia dengan Taqwa

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 memberikan arah bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Jika mutu pendidikan sebagaimana pada data-data di atas, proses pendidikan kita perlu dievaluasi secara sistemik dan sistematis dimanakah letak persoalannya, sehingga menyebabkan prestasi belajar siswa di bawah standar dan akhlak siswa pun sangat memprihatinkan. Data-data di atas harus memotivasi seluruh pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan pada seluruh level atau jenjang. Semua sekolah harus ikut bertanggung jawab untuk melakukan kreasi dan inovasi kurikulum, pembelajaran maupun manajemen.   .

Hasni Mohammeed (2008) menyatakan bahwa The real challenge for the Muslim   educationists today is to rediscover the roots of a truly Islamic education system (tarbiyyah-based) that extends deep into the foundations of our Islamic social, cultural,     political, economic and historical existence. In short, tarbiyyah, derived from the root   word ‘Rabb’ which means the Protector, Educator and Planner of the universe, embodies             a practical, integrated and holistic Islamic education system that aims to reconstruct our  Islamic identity and way of life in our children and ourselves.

SETUHAN UNTUK DA’WAH

Subhanallah, perhatian saudaraku begitu membuat hati saya sangat  terharu. Selaku Direktur LPIT/SIT NURUL ISLAM KREMBUNG, saya Drs. Toto Sunarsono begitu merasakan saudara Arief Andhi Yudanarko memberi perhatian terhadap perjalanan da’wah BERBASIS pendidikan yang dialami oleh teman-teman di NURUL ISLAM  begitu lembut. Kami menemukan tulisan Saudaraku tentang SDIT NURUL ISLAM di http://www.bhineka.com/aspx/products/prt_Free_Computer_for_your_School_Gallery_View.aspx?ID=FG sebagaimana kutipan berikut:
“Komputer adalah Alat Belajar Kami”
SDIT Nurul Islam Krembung
Oleh: Arief Andhi Yudanarko
Keterlibatan saya bermula dari lontaran ide saya untuk menjadikan komputer sebagai alat belajar bukan mata pelajaran bagi murid yang mendapatkan sambutan positif dari Kepala SDIT Nurul Islam Krembung, Sidoarjo. Jika di beberapa sekolah, komputer diletakkan di sebuah ruang khusus bernama Laboratorium Komputer dan murid-murid mendapatkan giliran menggunakannya pada jam pelajaran TIK 2 jam perpekan, maka ide saya adalah meletakkan komputer di setiap kelas dan setiap murid mendapatkan giliran menggunakannya kapan pun selama mereka berada di sekolah. Maka, pada Januari 2006 saya dipercaya untuk mendesain model pembelajaran komputer, membeli dan memasang perangkat keras jaringan komputer di sekolah tersebut. Saya memahami bahwa kemampuan sekolah sangat terbatas, sehingga saya rencanakan untuk membangun jaringan komputer diskless. Dengan membawa uang 5 juta rupiah, saya berangkat ke Hitech Mall Surabaya berbelanja beberapa unit komputer bekas kelas Pentium 1 dan 2 serta sebuah server bekas berprosesor Xeon. Waktu itu, SDIT Nurul Islam Krembung mempunyai 5 rombongan belajar, kelas 1 hingga kelas 5. Ditambah beberapa komputer yang sudah ada, maka setiap kelas mendapatkan 2 unit komputer thin-client. Sementara servernya diletakkan di kantor guru dan disambung ke internet melalui provider telepon seluler CDMA yang waktu itu baru satu-satunya yang bisa menjangkau wilayah Krembung. Satu tahun berikutnya, saya mendapatkan berita gembira dan mengharukan. Salah satu murid SDIT Nurul Islam Krembung menjuarai lomba komputer tingkat kecamatan sehingga mewakili kecamatan Krembung maju ke tingkat Kabupaten Sidoarjo. Walaupun tidak mampu mengungguli peserta lain di kabupaten, ini adalah kebanggaan. Satu-satunya nilai yang kurang bisa diraih oleh murid SDIT Nurul Islam Krembung adalah pada sessi game karena memang murid-murid di sana tidak diajari nge-game. Mereka menggunakan komputer sebagai alat belajarnya pada setiap mata pelajaran. Ketika pelajaran Bahasa Indonesia, mereka menulis puisi, mengarang, atau sekedar menuliskan sebuah kata bagi murid kelas 1 di komputer kelas. Ketika pelajaran IPA, mereka mencari referensi dari Wikipedia atau yang lainnya. Yang mengharukan, ada seorang murid yang sering membantu orang tuanya – yang menjadi pengajar di sekolah lain – mempersiapkan materi presentasi untuk mengajar. Ada murid yang membantu bapaknya – seorang aparat desa – menyelesaikan laporan. Dan seorang lagi, anak bidan yang membantu mengerjakan laporan bulanan ibunya. Semua itu adalah kebanggaan yang semakin meyakinkan saya dan guru-guru terhadap model pembelajaran yang kami sebut komputer kelas. Tetapi sayang, pada akhir tahun 2007 kami harus membongkar sementara beberapa komputer dan meletakkannya di sebuah ruangan yang dinamai Laboratorium Komputer. Ini demi akreditasi sekolah karena satu-satunya model yang dikehendaki pada materi akreditasi adalah demikian. Tidak mengapa, sementara saja. Hasilnya, SDIT Nurul Islam Krembung mendapatkan nilai 92 (A). Sampai saat ini, SDIT Nurul Islam Krembung telah meluluskan 2 angkatan dengan nilai rata-rata yang membanggakan pula. Tetapi, sarana yang dimiliki masih dalam keterbatasan. Bahkan beberapa unit komputer harus digudangkan karena rusak. Semoga, program Free Computer for Your School dari Bhinneka.com dapat menyambung semangat belajar yang masih menggelora di sana.
Kami merasakan setuhan tangan Saudaraku adalah setuhan yang digerakkan oleh tangan langit. Begitu terasa lembut, hangat, dan semakin menggelorakan semangat kami untuk istiqomah di Jalan Da’wah ini. Mohon do’a barakah, mudah-mudahan para asatidz danpara murid kelak menjadi manusia-manusia yang bekerja dengan bimbingan tangan langit seperti Saudaraku yang juga senantiasa merindukannya. Terima Kasih Saudaraku. Sukses, Allahuakbar!

SUKSES UNTUK M. RIZQI NUR H.

Muh. Rizqi Nur Hidayatullah siswa kelas VI SDIT NURUL ISLAM Krembung  mendapat amanah dari Allah SWT  berupa kesempatan untuk melanjutkan belajar pada layanan akselerasi SMP NEGERI l SIDOARJO. Subhanallah, Layanan Akselerasi ini diberikan kepada peserta didik cerdas istimewa dalam bentuk gabungan percepatan dan pengayaan (acceleration–enrichment). Istiqomahlah anakku, semoga Allah SWT memberi taufiq dan hidayahNya untuk mengabdi kepadaNya dengan terus berprestasi. Data selengkapnya bisa dilihat di http://smpn 1 sda.sch.id/

M. Rizqi N.H. diterima di SMPN I RSBI SIDOARJO

Atas berkah dan rahmah  Allah SWT satu demi satu SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG terus berusaha menunjukkan bukti keseriusannya dalam mewujudkan Visi sekolah : terdepan dalam mutu dan pelayanan.Kalau tahun ajaran 2008/2009  bisa mengantarkan ananda Elisa (Sasa) dan Novita (Vivi) masuk SMPN RSBI Mojokerto dan Sidoarjo. Sedangkan Bibil ke SMP SBI Amanatul Ummah  Pacet Mojokerto juga program akselerasi. Kini ananda M. Rizqi Nur Hidayatullah diterima pada Layanan Akselerasi SMPN I RSBI SIDOARJO.

Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasionatingkat sekolah dasar akan dilaksanakan pada tanggal 4-6 Mei 2010. Ini artinya para murid dan guru SDIT NURUL ISLAM tidak boleh lengah karena keberasilan ini belum final.  Ananda Rizqi mempunyai kesempatan untuk membuktikan pengabdiannya kepada Allah dengan prestasi yang tertinggi. Bersiap siagalah anakku, kemenangan sudah tampak dihadapanmu. Selamat berjuang, Sukses selalu. Allahuakbar.

MI DARUSSALAM KEBOGUYANG STUDI BANDING KE SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG

Para Asatidz MI DARUSSALAM besama Direktur dan Kepala SDIT NURUL ISLAM

Assatidz MI DARUSSALAM bersama Direktur dan Kepala SDIT NURUL ISLAM

Subhanallah, pada hari Sabtu, 20 Rabiul Awal 1431 / 6 Maret 2010 SDIT NURUL ISLAM Krembung dikunjungi oleh MI DARUSSALAM Keboguyang Kecamatan Jabon, Sidoarjo dalam rangka studi banding dan melihat langsung bagaimana sistem manajemen dan pendidikan di SDIT NURUL ISLAM. Kunjungan yang diikuti oleh 25 guru ini dipimpin langsung oleh Kepala Madrasahnya yaitu Bapak Burhanudin Mulyono, S.Pd.

Kunjungan MI DARUSSALAM ini dalam satu rangkaian acara tasyakur terhadap ni’mat Allah SWT yang telah menyelesaikan pembangunan gedung sekolahnya. Selain itu MI DARUSSALAM Keboguyang ingin mendapatkan masukan atau “sharing” dengan SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG yang telah berhasil mengembangkan sekolah dalam waktu yang relatif cepat, terutama dalam membangun tradisi mutu di sekolah.

Asatidz MI DARUSSALAM bersama Direktur SIT NURUL ISLAM

Asatidz MI DARUSSALAM bersama Direktur SIT NURUL ISLAM

Kedatangan tamu dari MI DARUSSALAM Keboguyang ini disambut oleh Ustd. Lailil Akhadiyah, S.Pd. selaku Waka Kurikulum. Ust. Abdul Muntholip selaku Waka Kesiswaan, Ustd. Maisaroh, S.Sos selaku Kepala SDIT NURUL ISLAM, Ustd. Dra. Sungkawaningsih (Ustd. Nila) pengampu Mata Pelajaran Matematika, dan Ust. Drs. Toto S. Atho’illah selaku Direktur SIT NURUL ISLAM KREMBUNG.

Ustdzah Maisaroh Kepala SDIT NURUL ISLAM bersama para siswa

Ustadzah Maisaroh Kepala SDIT NURUL ISLAM bersama para siswa

Dalam Kesempatan tersebut, Ustd. Maisaroh selaku Kepala SDIT NURUL
ISLAM KREMBUNG memperkenalkan bagaimana sistem pembelajaran dikembangkan di Nurul Islam sampai dengan evaluasi pekanan yang dilaksanakan setiap akhir pekan atau hari Sabtu. Lebih lanjut ustd. Mai langsung membuka wibesite sditnurulislamsda.wordpress.com dimana aktifitas pendidikan dan pembelajaran SDIT NURUL ISLAM ini di-”up load”. Kita manfaatkan tekhnologi informasi yang murah atau gratis ini untuk mempublikasikan sekolah atau memberi informasi kepada masyarakat agar mereka juga bisa mengetahui apa dan bagaimana kegiatan pendidikan dan pembelajaran di SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG ini, begitu ustd. Mai menyampaikan.

Sementara itu Ust. Toto S. Atho’illah selaku Direktur SIT NURUL ISLAM menyampaikan tentang sejarah berdirinya, visi dan misi SIT Nurul Islam. Lebih lanjut Ust. Atho’ menyampaikan bahwa SIT NURUL ISLAM ini mempunyai cita-cita untuk menjadikan Kecamatan Krembung ini menjadi inspirator pengembangan mutu pendidikan, dan SDIT NURUL ISLAM menjadi iconnya. Kami berharap MI DARUSSALAM Keboguyang juga terus berkembang menjadi madrasah yang bertradisi mutu, karena kita sama-sama bertanggung jawab untuk menyiapkan generasi muslim yang bersumber daya lebih baik, begitu Ust. Atho’ melengkapi penjelasannya.

Sesi dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab mengenai strategi manajemen SDM guru dan karyawan, peran Yayasan, dan bagaimana cara mengatasi anak bermasalah. Ust. Atho’ menjelaskan bahwa strategi manajemen SDM di Nurul Islam menggunakan sistem manajemen mutu terpadu yang diaplikasikan dalam bentuk pembinaan komitmen sekali dalam sepekan, pembinaan kemampuan berbahasa Inggris, Diskusi Tematik, Evaluasi pekanan, dan pelatihan bersama dengan SDIT INSAN KAMIL SIDOARJO DAN SDIT NURUL FIKRI SUKODONO yang dilaksanakan setiap bulan sekali. Sedangkan Yayasan melakukan monitoring dan evaluasi pekanan, dimana setiap Jum’at pukul 20.30 – 24.00 wib Direktur SIT NURUL ISLAM harus melaporkan perkembangan sekolah kepada Pengurus Yayasan, termasuk masalah pendanaan.
Untuk anak bermasalah di SDIT NURUL ISLAM alhamdulillah tidak ada, yang ada di sini adalah anak yang membutuhkan waktu tambahan belajar. Untuk anak yang membutuhkan tambahan waktu belajar, sekolah memberi layanan dengan program Remedial Teaching 30 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai atau 30 menit setelah jam pelajaran utama selesai.

Insya Allah, SIT NURUL ISLAM KREMBUNG akan semakin banyak dikunjungi dari berbagai praktisi pendidikan seiring dengan semakin matang dan mengkristalnya budaya mutu di sekolah. Untuk itu warga SIT NURUL ISLAM harus semakin mempertajam komitmennya dalam mewujutkan sekolah bermutu, sekolah kepribadian dan sekolah para juara. Semoga Allah SWT memberi petunjuk dan taufiqnya kepada para penggerak SIT NURUL ISLAM dalam mewujutkan visi dan misi sekolah. Amin. Wallohu’alam bi showab!

BELAJAR MATEMATIKA MENJADI ASYIK

Pagi ini hari Kamis, 8 April 2010 para siswa kelas 1A SDIT NURUL ISLAM Krembung, Sidoarjo jam pelajaran ke-3-4 adalah pelajaran Matematika. Sudah menjadi tradisi dan budaya di SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG bahwa kegiatan belajar adalah kegiatan yang menyenangkan. Tanpa terkecuali juga mata pelajaran Matematika.

Ustadzah Khusnul Khotimah, ST selaku pengampu Mata Pelajaran Matematika di Kelas IA, pagi ini mendesain agar kegiatan pembelajaran Matematika menjadi semakin menarik dan mengasyikkan. Maka Anak-anak Kelas IA diajak belajar di halaman sekolah sambil bermain dan berlari. Dengan persiapan ini Bu Khusnul bisa mrlayani gaya belajar semua siswa, mulai dari yang logis-matematis sampai dengan gaya belajar esensial.

Materi disiapkan sedemikian rupa sehingga anak-anak bisa menemukan materi pelajarannya ada yang tertempel pada pohon, ada yang yang tertempel pada play ground, dll. Masing-masing materi atau soal latihan ditempel dengan jarak agar berjauhan. Subhanallah, anak-anak bisa belajar sambil berlari, duduk bersila, memanjat, dll. Bravo Ustadzah Khusnul, kreativis sederhana yang bernilai suangat luar bisa. Sehingga membuat para peserta didik menjadi senang dan asyik belajar Matematika.

SISWA KELAS VI SIAP UAS BN 2010

siswa putri kelas VI bersama kepala sekolah (kiri)

siswa purti kelas VI bersama Kepala sekolah (kiri)

Alhamdulillah, siswa kelas VI SDIT NURUL ISLAM Krembung telah mejalani pendedahan di kawah condro dimukonya “program sukses UAS BN 2010″. Program yang dikawal langsung oleh Ustadzah Lailil Akhadiyah, SPd. selaku Waka Kurikulum ini dieksekusi oleh Ustadzah Khusnul Khotimah, ST selaku guru kelas VI bersama anggota timnya.

Anggota Tim Sukses Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional, UAS BN SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG antara lain adalah :
Ustdzah Dra. Sungkawaningsih Guru Bidang Studi Matematika (MAT)
Ustdzah Patemah, SPd. Guru Bidang Studi IPA
Ustdzah Lailil Akhadiyah, SPd. Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia (BIN)
dengan dibantu oleh guru yunior lainnya.

Tidak main-main Ustadzah Maisaroh, S.Sos selaku Kepala SDIT NURUL ISLAM Krembung menetapkan target nilai rata-rata UAS BN 2010 adalah 7,50 untuk seluruh bidang studi. Suatu target yang sangat menantang bagi Tim Sukses UAS BN.

siswa putra kelas VI

siswa putra kelas VI

Untuk menjawab tantangan Kepala Sekolah, maka anggota Tim Sukses UAS BN menyusun program intensifikasi belajar bagi kelas VI secara sistemik,sistematis, dan masif. Program ini dilaksanakan mulai bulan Januari 2010 kemarin.

Dari program tersebut diperoleh hasil Try out dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 31 Maret 2010 sebagai berikut :
Bidang Studi BIN MAT IPA RERATA TOTAL
Nilai tertinggi 9,00 9,75 9,25 9,33 28,00
terendah 7,40 5,00 6,75 6,63 19,90
RERATA sekolah 8,35 8,10 8,19 8,21 24,64
rata-rata kecamatan 7,49 6,67 7,42 7,19 21,58
rata-rata kebupaten 7,27 6,39 7,14 6,93 20,80

Memperhatikan data di atas, subhanallah nilai rata-rata yang diperoleh siswa SDIT NURUL ISLAM Krembung dalam Try Out UAS BN 2010 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo adalah 8,21. Nilai tersebut di atas nilai rata-rata kecamatan 7,19 maupun nilai rata-rata kabupaten, yaitu 6,93. Bahkan nilai rata-rata yang dicapai siswa SDIT NURUL ISLAM tersebut berhasil melampaui target yang ditetapkan Kepala SDIT NURUL ISLAM, yaitu 7,50.

Muh. Rizqi Nur Hidayatullah

Muh. Rizqi Nur Hidayatullah

Hasil Try Out UAS BN 2010 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo ini juga telah mengantarkan ananda Muh. Rizqi Nur Hidayatullah dengan nilai rata-rata 9,33 pada peringkat I (pertama) di Kecamatan Krembung, Ananda ‘Alam Asrorul Haq 9,02 pada peringkat VI dan ananda Rafidah Agni 9,02 pada peringkat VII dari 848 siswa kelas VI se Kecamatan Krembung. Jadi sebanyak tiga siswa Kelas VI SDIT NURUL ISLAM telah masuk dalam “The Best Ten” di Tingkat Kecamatan Krembung.

Dari hasil Try Out tersebut menunjukkan bahwa Tim Sukses UAS BN 2010 SDIT NURUL ISLAM Krembung telah berhasil menyiapkan para siswa kelas VI untuk sukses dalam UAS BN 2010. Sukses Try Out ini semoga benar-benar bisa mengantarkan para siswa kelas VI sukses UAS BN 2010. Dalam waktu satu bulan ini bisa dimanfaatkan Tim Sukses UAS BN untuk mendongkrak nilai lebih tinggi lagi atau minimal mempertahankan posisinya pada 8,21. Semoga Sukses! Amin.