
siswi III B di ruang planetarium
Kegiatan belajar memang tidak harus di dalam kelas. Bagi para guru SDIT NURUL ISLAM Krembung, alam semesta ini merupakan kurikulum sekaligus bisa menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Begitulah konsep pendidikan dan pembelajaran yang dikembangkan oleh SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG. Dengan memadukan konsep sekolah alam, sekolah al-qur’an dan sekolah reguler SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG menjadi lincah mengembangkan program-program pembelajarannya.

Ust. Haqqi sedang mengawal siswa kelas III B
Dengan konsep keterpaduan itulah Ust. Haqqi, Ustd. Ririn, dan Ustd. Dewila bersepakat dengan Paguyuban Orang Tua Murid Kelas IIIB untuk mendesain kegiatan pembelajaran di Kebon Binatang Surabaya. Walapun jarak antara SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG dengan Kebun Binatang Surabaya itu lumayan jauh, sekitar 50 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam ternyata tidak menyurutkan semangat para murid.
Subhanallah pada hari Sabtu, 24 April 2010 para Paguyuban Orang Tua Murid dan Guru Kelas IIIB benar-benar bersepakat untuk melaksanakan kegiatan belajar Bahasa Inggris dan IPA di Kebun Binatang Surabaya. Maka Sabtu pagi itu berangkatlah para siswa kelas IIIB ke Kebon Binatang Surabaya dengan didampingi oleh Ust. Haqqi dan Ustadzah Ririn S. sebagai pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris dan Ustadzah Dewila sebagai pengampu mata pelajaran IPA.
Subhanallah, di Kebon Binatang Surabaya para siswa kelas IIIB bisa belajar

belajar bhs inggris menjadi asyik
secara terpadu (integrated) atau interdisipliner. Klasifikasi jenis binatang dalam bahasa Inggris dan mata pelajaran lainnya. Lihatlah sebagaimana pada gambar foto itu betapa riang gembiranya mereka belajar. Nah . . ., kalau kegiatan belajar menjadi begini menyenangkan maka tidak perlu lagi semboyan “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian” yang artinya bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Dengan konsep pembelajaran ini maka kegiatan bersakit-sakit dalam proses belajar tidak diperlukan lagi.
Itulah kesalahan fatal dalam filosofi pendidikan konvensional, kegiatan belajar diibaratkan sebagai kegiatannya orang sakit (berakit-rakit kehulu). Bagaimana mungkin belajar dalam keadaan sakit/tidak menyenangkan bisa melahirkan atau membuat anak berprestasi ? Filosofi atau paradigma itu di NURUL ISLAM dirubah total alaias 180 derajat, yakni kegiatan belajar itu bukan berakit-rakit ke hulu tetapi bersenang-senang mencari ilmu, merayakan keberhasilan.
Berlajar Bahasa Inggris dan IPA di Kebon Binatang Surabaya sebagaimana yang dilakukan oleh siswa IIIB SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG ini membuat kegiatan belajar menjadi konkrit alami, inspiratif, menantang dan menyenangkan. Kegitan pembelajaran seperti inilah yang diharapkan dalam

belajar yang menyenangkan
Standar Proses dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 ayat 1 yang berbunyi: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Semoga ikhtiar yang dikembangkan SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG untuk turut berkontribusi memberi solusi terhadap persoalan pedidikan bisa memberi inspirasi bagi para pengambil kebijakan dan para praktisi pendidikan. Semoga, Wallahu’alam bishawab.